{"id":7291,"date":"2022-05-30T09:54:04","date_gmt":"2022-05-30T00:54:04","guid":{"rendered":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/?p=7291"},"modified":"2022-05-20T09:55:23","modified_gmt":"2022-05-20T00:55:23","slug":"sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia","status":"publish","type":"post","link":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/","title":{"rendered":"Sejarah Perkembangan Pendidikan Indonesia Masa Penjajahan"},"content":{"rendered":"<p>Tentu saja kita harus mengetahui sejarah perkembangan pendidikan Indonesia. Pendidikan di Indonesia sendiri sudah ada sejak jaman penjajahan, dimulai pada tahun 1901 ketika Belanda menduduki Indonesia. Awalnya Belanda mendirikan sekolah sebagai upaya kebijakan politik etis yang diterapkan. Namun pendidikan di Indonesia terus berkembang, berikut merupakan sejarah perkembangan pendidikan Indonesia di masa penjajahan!<\/p>\n<ol>\n<li>\n<h2><strong> Mulainya pendidikan formal di Indonesia<\/strong><\/h2>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><img fetchpriority=\"high\" decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7295 size-full\" src=\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Rb4ac15fbd1c2042e6e8698107e403b83-800x445-1.jpg\" alt=\"\" width=\"800\" height=\"445\" srcset=\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Rb4ac15fbd1c2042e6e8698107e403b83-800x445-1.jpg 800w, https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/Rb4ac15fbd1c2042e6e8698107e403b83-800x445-1-300x167.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 800px) 100vw, 800px\" \/><\/p>\n<p>Pada tahun 1901, Belanda mulai memperkenalkan sistem pendidikan secara formal bagi penduduk Hindia Belanda (Indonesia). Belanda memperkenalkan beberapa tingkatan jenjang pendidikan yaitu sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li><a href=\"https:\/\/id.wikipedia.org\/wiki\/Hollandsch-Inlandsche_School\">Hollandsch Inlandsche School<\/a> (HIS) yang merupakan sekolah dasar bagi pribumi<\/li>\n<li>Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) yang merupakan sekolah menengah pertama<\/li>\n<li>Algemeene Middelbare School (AMS) yang merupakan sekolah menengah atas<\/li>\n<li>Europeesche Lageree School yang merupakan sekolah dasar yang dikhususkan untuk orang-orang Eropa<\/li>\n<\/ul>\n<p>Kemudian sejak tahun 1930-an, pendidikan formal yang dikenalkan oleh Belanda dikenal hampir di semua provinsi di Indonesia.<\/p>\n<ol start=\"2\">\n<li>\n<h2><strong> Pergantian sistem pendidikan di masa penjajahan Jepang<\/strong><\/h2>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7296 size-full\" src=\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5e2008b0be44f.jpeg\" alt=\"\" width=\"780\" height=\"390\" srcset=\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5e2008b0be44f.jpeg 780w, https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/5e2008b0be44f-300x150.jpeg 300w\" sizes=\"(max-width: 780px) 100vw, 780px\" \/><\/p>\n<p>Setelah kepergian Belanda dari Indonesia, dan ketika Jepang datang maka sistem pendidikan di Indonesia juga ikut beruibah. Yaitu kurang lebih di kurun tahun 1942 hingga 1945, sistem pendidikan yang mulanya disusun Belanda digantikan oleh Jepang yaitu sebagai berikut:<\/p>\n<ul>\n<li>Bahasa Indonesia merupakan bahasa resmi yang digunakan untuk pengantar pendidikan menggantikan Bahasa Belanda<\/li>\n<li>Sistem pendidikan diberlakukan secara integrasi. Dimana yang sebelumnya Belanda memberlakukan pendidikan berdasarkan dengan kelas sosial maka pada masa ini dihapuskan<\/li>\n<li>Masa belajar di jenjang pendidikan diubah. Untuk sekolah dasar yaitu selama 6 tahun, sekolah menengah pertama 3 tahun, dan sekolah menengah tinggi adalah 3 tahun<\/li>\n<\/ul>\n<p>Faktanya, walaupun sistem pendidikannya diubah sedemikian rupa nyatanya pendidikan di masa penjajahan Jepang justru lebih buruk dibandingkan di masa kolonial Hindia Belanda. Banyak sekali tenaga pengajar dan pelajar yang dialhikan untuk membantu perang Jepang. Ini dibuktikan dari yang awalnya di masa penjajahan Belanda banyaknya sekolah dasar tercatat 17.848 menurun menjadi 15.069 di masa Jepang. Selain itu pendidikan juga mengacu pada doktrin Jepang.<\/p>\n<ol start=\"3\">\n<li>\n<h2><strong> Perkembangan pendidikan di Indonesia setelah RI merdeka<\/strong><\/h2>\n<\/li>\n<\/ol>\n<p><img decoding=\"async\" class=\"aligncenter wp-image-7293\" src=\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/61af05f84947c.jpg\" alt=\"\" width=\"450\" height=\"288\" srcset=\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/61af05f84947c.jpg 375w, https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/61af05f84947c-300x192.jpg 300w\" sizes=\"(max-width: 450px) 100vw, 450px\" \/><\/p>\n<p>Kemudian setelah kemerdekaan Bangsa Indonesia, tepatnya pada tahun 1947 dibentuklah Panitia Penyidik Pengajaran Republik Indonesia yang memiliki anggota sebanyak 52 orang. Dimana panitia ini bertugas untuk meninjau masalah pendidikan dan juga sistem pengajaran dari taman kanak-kanak hingga perguruan tiggi. Setelah menerima beberapa usulan pokok dari panitia tersebut, akhirnya disusunlah struktur dan sistem pendidikan di Indonesia yang baru, yang bertujuan untuk mendidik anak-anak menjadi WNI yang berguna dan nantinya pengetahuan mereka dapat turut memajukan negara Indonesia.<\/p>\n<p>Itulah sejarah perkembangan pendidikan Indonesia, semoga artikel yang disampaikan hari ini bisa berguna bagi semua pembaca ya! Ini dia <a href=\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/5-tips-belajar-daring-saat-pandemi-untuk-siswa\/\">artikel<\/a> lain untuk tips belajar siswa!<\/p>","protected":false},"excerpt":{"rendered":"<p>Tentu saja kita harus mengetahui sejarah perkembangan pendidikan Indonesia. Pendidikan di Indonesia sendiri sudah ada sejak jaman penjajahan, dimulai pada tahun 1901 ketika Belanda menduduki Indonesia. Awalnya Belanda mendirikan sekolah sebagai upaya kebijakan politik etis yang diterapkan. Namun pendidikan di Indonesia terus berkembang, berikut merupakan [&hellip;]<\/p>","protected":false},"author":351,"featured_media":7292,"comment_status":"closed","ping_status":"closed","sticky":false,"template":"","format":"standard","meta":{"_monsterinsights_skip_tracking":false,"_monsterinsights_sitenote_active":false,"_monsterinsights_sitenote_note":"","_monsterinsights_sitenote_category":0,"footnotes":""},"categories":[468],"tags":[471,470,476],"class_list":["post-7291","post","type-post","status-publish","format-standard","has-post-thumbnail","hentry","category-edukasi","tag-pendidikan","tag-pendidikan-indonesia","tag-perkembangan-pendidikan"],"acf":[],"yoast_head":"<!-- This site is optimized with the Yoast SEO plugin v26.7 - https:\/\/yoast.com\/wordpress\/plugins\/seo\/ -->\n<title>Sejarah Perkembangan Pendidikan Indonesia Masa Penjajahan<\/title>\n<meta name=\"robots\" content=\"index, follow, max-snippet:-1, max-image-preview:large, max-video-preview:-1\" \/>\n<link rel=\"canonical\" href=\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:locale\" content=\"id_ID\" \/>\n<meta property=\"og:type\" content=\"article\" \/>\n<meta property=\"og:title\" content=\"Sejarah Perkembangan Pendidikan Indonesia Masa Penjajahan\" \/>\n<meta property=\"og:description\" content=\"Tentu saja kita harus mengetahui sejarah perkembangan pendidikan Indonesia. Pendidikan di Indonesia sendiri sudah ada sejak jaman penjajahan, dimulai pada tahun 1901 ketika Belanda menduduki Indonesia. Awalnya Belanda mendirikan sekolah sebagai upaya kebijakan politik etis yang diterapkan. Namun pendidikan di Indonesia terus berkembang, berikut merupakan [&hellip;]\" \/>\n<meta property=\"og:url\" content=\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/\" \/>\n<meta property=\"og:site_name\" content=\"Kalam Kudus Jayapura\" \/>\n<meta property=\"article:published_time\" content=\"2022-05-30T00:54:04+00:00\" \/>\n<meta property=\"og:image\" content=\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/22190_collectie-stichting-nationaal-museum-van-wereldculturen.jpg\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:width\" content=\"700\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:height\" content=\"465\" \/>\n\t<meta property=\"og:image:type\" content=\"image\/jpeg\" \/>\n<meta name=\"author\" content=\"Kalam Kudus\" \/>\n<meta name=\"twitter:card\" content=\"summary_large_image\" \/>\n<meta name=\"twitter:label1\" content=\"Ditulis oleh\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data1\" content=\"Kalam Kudus\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:label2\" content=\"Estimasi waktu membaca\" \/>\n\t<meta name=\"twitter:data2\" content=\"3 menit\" \/>\n<script type=\"application\/ld+json\" class=\"yoast-schema-graph\">{\"@context\":\"https:\/\/schema.org\",\"@graph\":[{\"@type\":\"Article\",\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/#article\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/\"},\"author\":{\"name\":\"Kalam Kudus\",\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#\/schema\/person\/d02e7bd447e379f1a2c618eed8c5f051\"},\"headline\":\"Sejarah Perkembangan Pendidikan Indonesia Masa Penjajahan\",\"datePublished\":\"2022-05-30T00:54:04+00:00\",\"mainEntityOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/\"},\"wordCount\":406,\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#organization\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/22190_collectie-stichting-nationaal-museum-van-wereldculturen.jpg\",\"keywords\":[\"pendidikan\",\"pendidikan Indonesia\",\"perkembangan pendidikan\"],\"articleSection\":[\"Edukasi\"],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"WebPage\",\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/\",\"url\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/\",\"name\":\"Sejarah Perkembangan Pendidikan Indonesia Masa Penjajahan\",\"isPartOf\":{\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#website\"},\"primaryImageOfPage\":{\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/#primaryimage\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/#primaryimage\"},\"thumbnailUrl\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/22190_collectie-stichting-nationaal-museum-van-wereldculturen.jpg\",\"datePublished\":\"2022-05-30T00:54:04+00:00\",\"breadcrumb\":{\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/#breadcrumb\"},\"inLanguage\":\"id\",\"potentialAction\":[{\"@type\":\"ReadAction\",\"target\":[\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/\"]}]},{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/#primaryimage\",\"url\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/22190_collectie-stichting-nationaal-museum-van-wereldculturen.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/22190_collectie-stichting-nationaal-museum-van-wereldculturen.jpg\",\"width\":700,\"height\":465},{\"@type\":\"BreadcrumbList\",\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/#breadcrumb\",\"itemListElement\":[{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":1,\"name\":\"Home\",\"item\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/\"},{\"@type\":\"ListItem\",\"position\":2,\"name\":\"Sejarah Perkembangan Pendidikan Indonesia Masa Penjajahan\"}]},{\"@type\":\"WebSite\",\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#website\",\"url\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/\",\"name\":\"Kalam Kudus Jayapura\",\"description\":\"Sekolah dan Gereja\",\"publisher\":{\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#organization\"},\"potentialAction\":[{\"@type\":\"SearchAction\",\"target\":{\"@type\":\"EntryPoint\",\"urlTemplate\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/?s={search_term_string}\"},\"query-input\":{\"@type\":\"PropertyValueSpecification\",\"valueRequired\":true,\"valueName\":\"search_term_string\"}}],\"inLanguage\":\"id\"},{\"@type\":\"Organization\",\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#organization\",\"name\":\"Kalam Kudus Jayapura\",\"url\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/\",\"logo\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#\/schema\/logo\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Logo-SKKK-JAYAPURA.jpg\",\"contentUrl\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Logo-SKKK-JAYAPURA.jpg\",\"width\":490,\"height\":488,\"caption\":\"Kalam Kudus Jayapura\"},\"image\":{\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#\/schema\/logo\/image\/\"}},{\"@type\":\"Person\",\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#\/schema\/person\/d02e7bd447e379f1a2c618eed8c5f051\",\"name\":\"Kalam Kudus\",\"image\":{\"@type\":\"ImageObject\",\"inLanguage\":\"id\",\"@id\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#\/schema\/person\/image\/\",\"url\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0f875d56a92bcb0ecc41870488db74ec474c708863096de0dd0f17e6425e33d4?s=96&d=mm&r=g\",\"contentUrl\":\"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0f875d56a92bcb0ecc41870488db74ec474c708863096de0dd0f17e6425e33d4?s=96&d=mm&r=g\",\"caption\":\"Kalam Kudus\"},\"url\":\"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/author\/kalkud\/\"}]}<\/script>\n<!-- \/ Yoast SEO plugin. -->","yoast_head_json":{"title":"Sejarah Perkembangan Pendidikan Indonesia Masa Penjajahan","robots":{"index":"index","follow":"follow","max-snippet":"max-snippet:-1","max-image-preview":"max-image-preview:large","max-video-preview":"max-video-preview:-1"},"canonical":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/","og_locale":"id_ID","og_type":"article","og_title":"Sejarah Perkembangan Pendidikan Indonesia Masa Penjajahan","og_description":"Tentu saja kita harus mengetahui sejarah perkembangan pendidikan Indonesia. Pendidikan di Indonesia sendiri sudah ada sejak jaman penjajahan, dimulai pada tahun 1901 ketika Belanda menduduki Indonesia. Awalnya Belanda mendirikan sekolah sebagai upaya kebijakan politik etis yang diterapkan. Namun pendidikan di Indonesia terus berkembang, berikut merupakan [&hellip;]","og_url":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/","og_site_name":"Kalam Kudus Jayapura","article_published_time":"2022-05-30T00:54:04+00:00","og_image":[{"width":700,"height":465,"url":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/22190_collectie-stichting-nationaal-museum-van-wereldculturen.jpg","type":"image\/jpeg"}],"author":"Kalam Kudus","twitter_card":"summary_large_image","twitter_misc":{"Ditulis oleh":"Kalam Kudus","Estimasi waktu membaca":"3 menit"},"schema":{"@context":"https:\/\/schema.org","@graph":[{"@type":"Article","@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/#article","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/"},"author":{"name":"Kalam Kudus","@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#\/schema\/person\/d02e7bd447e379f1a2c618eed8c5f051"},"headline":"Sejarah Perkembangan Pendidikan Indonesia Masa Penjajahan","datePublished":"2022-05-30T00:54:04+00:00","mainEntityOfPage":{"@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/"},"wordCount":406,"publisher":{"@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#organization"},"image":{"@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/22190_collectie-stichting-nationaal-museum-van-wereldculturen.jpg","keywords":["pendidikan","pendidikan Indonesia","perkembangan pendidikan"],"articleSection":["Edukasi"],"inLanguage":"id"},{"@type":"WebPage","@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/","url":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/","name":"Sejarah Perkembangan Pendidikan Indonesia Masa Penjajahan","isPartOf":{"@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#website"},"primaryImageOfPage":{"@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/#primaryimage"},"image":{"@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/#primaryimage"},"thumbnailUrl":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/22190_collectie-stichting-nationaal-museum-van-wereldculturen.jpg","datePublished":"2022-05-30T00:54:04+00:00","breadcrumb":{"@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/#breadcrumb"},"inLanguage":"id","potentialAction":[{"@type":"ReadAction","target":["https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/"]}]},{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/#primaryimage","url":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/22190_collectie-stichting-nationaal-museum-van-wereldculturen.jpg","contentUrl":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2022\/05\/22190_collectie-stichting-nationaal-museum-van-wereldculturen.jpg","width":700,"height":465},{"@type":"BreadcrumbList","@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/sejarah-perkembangan-pendidikan-indonesia\/#breadcrumb","itemListElement":[{"@type":"ListItem","position":1,"name":"Home","item":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/"},{"@type":"ListItem","position":2,"name":"Sejarah Perkembangan Pendidikan Indonesia Masa Penjajahan"}]},{"@type":"WebSite","@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#website","url":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/","name":"Kalam Kudus Jayapura","description":"Sekolah dan Gereja","publisher":{"@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#organization"},"potentialAction":[{"@type":"SearchAction","target":{"@type":"EntryPoint","urlTemplate":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/?s={search_term_string}"},"query-input":{"@type":"PropertyValueSpecification","valueRequired":true,"valueName":"search_term_string"}}],"inLanguage":"id"},{"@type":"Organization","@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#organization","name":"Kalam Kudus Jayapura","url":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/","logo":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#\/schema\/logo\/image\/","url":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Logo-SKKK-JAYAPURA.jpg","contentUrl":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/wp-content\/uploads\/2015\/03\/Logo-SKKK-JAYAPURA.jpg","width":490,"height":488,"caption":"Kalam Kudus Jayapura"},"image":{"@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#\/schema\/logo\/image\/"}},{"@type":"Person","@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#\/schema\/person\/d02e7bd447e379f1a2c618eed8c5f051","name":"Kalam Kudus","image":{"@type":"ImageObject","inLanguage":"id","@id":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/#\/schema\/person\/image\/","url":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0f875d56a92bcb0ecc41870488db74ec474c708863096de0dd0f17e6425e33d4?s=96&d=mm&r=g","contentUrl":"https:\/\/secure.gravatar.com\/avatar\/0f875d56a92bcb0ecc41870488db74ec474c708863096de0dd0f17e6425e33d4?s=96&d=mm&r=g","caption":"Kalam Kudus"},"url":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/author\/kalkud\/"}]}},"_links":{"self":[{"href":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7291","targetHints":{"allow":["GET"]}}],"collection":[{"href":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts"}],"about":[{"href":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/types\/post"}],"author":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/users\/351"}],"replies":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/comments?post=7291"}],"version-history":[{"count":0,"href":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/posts\/7291\/revisions"}],"wp:featuredmedia":[{"embeddable":true,"href":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media\/7292"}],"wp:attachment":[{"href":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/media?parent=7291"}],"wp:term":[{"taxonomy":"category","embeddable":true,"href":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/categories?post=7291"},{"taxonomy":"post_tag","embeddable":true,"href":"https:\/\/kalamkudusjayapura.sch.id\/id\/wp-json\/wp\/v2\/tags?post=7291"}],"curies":[{"name":"wp","href":"https:\/\/api.w.org\/{rel}","templated":true}]}}