Tetapi kabar tentang Yesus makin jauh tersiar dan datanglah orang banyak berbondong-bondong kepada-Nya untuk mendengar Dia dan untuk disembuhkan dari penyakit mereka. Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa” (Lukas 5:15-16-TB).

Apa jadinya, ya, seandainya Yesus hidup di lingkungan kita saat ini? Masakkan dimintai tolong banyak orang, malah menyingkir? Berbeda sekali dengan ‘hamba-hamba Tuhan’ masa kini yang justru mengiklankan KKR Kesembuhan Ilahinya kemana-mana, termasuk via medsos. Yesus tidak perlu mengiklankan diri, orang sudah datang kepadaNya, eh, kok, malah Dia menyingkir, ya?!

Apa yang Yesus lakukan seharusnya menjadi bahan evaluasi bagi banyak pelayanan Kristen masa kini. Apakah yang bombastis, pasti rohani? Apakah yang spektakuler, pasti sesuai dengan hati Allah? Apa yang sebetulnya menjadi penting bagi kehidupan kita dalam pelayanan: Relasi dengan Allah Bapa ataukah kesibukan dalam pelayanan? Tahukah sebetulnya apa misi kita? Mengapa kita sering sulit untuk menolak semua permintaan kepada kita?

Orang banyak itu datang bukan sekadar mau mencari mujizat, loh! Mereka juga mau mendengar apa yang Yesus ajarkan! Masak tawaran khotbah seperti ini, malah Yesus abaikan?! Sebegitu pentingnya, kah, relasi dengan BapaNya, melebihi kesempatan mengkhotbahkan Firman Allah?!

Jika demikian, banyak pendeta yang membanggakan catatan (record) jumlah khotbahnya pun dalam bahaya! Bukan hanya mereka yang getol menonjolkan kesembuhan Ilahi yang ada dalam bahaya, mereka yang menonjolkan rekor khotbah pun ada dalam bahaya! Yesus menolak praktek kesembuhan Ilahi, dan juga kesempatan khotbah. Ia dengan sengaja mengabaikan ‘pelayanan’, karena Ia sungguh tahu ‘kapan’ Ia harus memakai waktu bersekutu dengan BapaNya. Bagaimana dengan kita?!

Source link