[S]erta dengan memberitakan kabar yang dari Allah dan dengan kuasa Allah, kami menunjukkan bahwa kami ini adalah hamba-hamba Allah. Kami berpegang pada kehendak Allah sebagai senjata kami untuk menyerang maupun untuk membela diri” (2 Korintus 6:7-BIMK).

Kalimat terakhir dalam ayat di atas, dijelaskan Utley sebagai berikut, “Ini merujuk pada ketentuan-ketentuan Allah untuk perang rohani kita di dunia (lih. 2Kor 2:11; Rom 6:13; Ef 2:2; 4:14,27; 6:10-18; 1Pet 5:8). Ada kemungkinan bahwa tangan kanan mengacu pada senjata ofensif dan tangan kiri mengacu pada senjata defensif.” Dalam ayat-ayat di atas, umat Allah diminta tidak memberi keuntungan pada iblis, melawannya, menggunakan senjata-senjata rohani.

Demikian ayat ini mengingatkan jemaat Korintus bahwa pelayanan Paulus dan timnya kepada jemaat adalah wujud pertempuran rohani. Paulus dan timnya menghadapi musuh-musuh rohani, yang harus dihadapinya dengan senjata-senjata rohani pula.

Sadarkah kita dengan pertempuran rohani yang sedang kita jalani saat ini? Apakah kita menggunakan senjata-senjata rohani menghadapi semua tantangan itu? Ataukah kita lalai menggunakan perlengkapan yang ada karena bahkan eksistensi pertempuran rohani itu sendiri tidak kita sadari? Yesus Kristus lewat karya penebusanNya memang telah memenangkan peperangan, tetapi pertempuran-pertempuran rohani masih harus kita jalani. Jalanilah hidup dan pelayanan kita sebagai sebuah pertempuran rohani yang menuntut kesiagaan dan kesiapan. Andalkan Tuhan dan kenakan selengkap senjata Allah yang Ia karuniakan.

Source link