“[S]ebab mataku telah melihat keselamatan yang dari pada-Mu, yang telah Engkau sediakan di hadapan segala bangsa, yaitu terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain dan menjadi kemuliaan bagi umat-Mu, Israel” (Lukas 2:30-32 – TB).

Perkataan Simeon dalam ayat ini, mengingatkan kepada tulisan Mark L. Strauss, dalam bukletnya, ‘Understanding the Bible: The Gospels‘, demikian: “Injil Lukas adalah tentang pergerakan dari Galilea ke Yerusalem untuk menggenapkan keselamatan dari Allah….. Ada kontinuitas antara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru; antara janji Allah dan pemenuhannya; antara Israel, umat Perjanjian Lama, dan Gereja, umat yang baru. Gereja Yesus Kristus bukanlah agama baru; itu adalah kelanjutan dan pemenuhan tujuan dan rencana Allah melalui Israel untuk membawa keselamatan bagi dunia.” Strauss menjelaskan bahwa Injil Lukas menggambarkan pergerakan Injil dari Galilea ke Yerusalem, sedangkan Kisah Para Rasul -yang juga ditulis oleh Lukas- menggambarkan pergerakan Injil dari Yerusalem ke seluruh dunia.

Jadi, sebagaimana diungkapkan oleh Simeon di ayat ini, bangsa-bangsa lain dan Israel tidak benar-benar terpisahkan. Israel akan menerima kemuliaan lewat kehadiran sang Mesias dari tengah-tengah mereka, tetapi segala berkat sang Mesias, tidak hanya bagi diri mereka sendiri, melainkan harus tersebar kepada bangsa-bangsa lain. Yesus Kristus hadir untuk menjadi terang yang menjadi penyataan bagi bangsa-bangsa lain. Yesus Kristus hadir untuk menyediakan keselamatan dari Allah bagi segala bangsa.

Jika hari ini, sebagai non Israel, kita telah menerima terang dan keselamatan tersebut, sungguh itu merupakan realita dari apa yang menjadi pernyataan Allah melalui Simeon. Pujilah Tuhan, yang telah melimpahkan anugerah yang sedemikian itu kepada kita. Yesus telah menjadi keselamatan dan terang bagi kita yang adalah bangsa-bangsa lain.

Source link