Maka TUHAN mendatangkan api yang membakar mereka sampai mati di Kemah TUHAN” (Imamat 10:2 – BIMK).

Sebuah bahan renungan memberikan sebuah analisa menarik terkait nats ini sebagai berikut, “tentang api Allah yang mematikan Nadab dan Abihu. Pasal ini merupakan tragedi pembalikan pasal sebelumnya. Dalam kedua pasal ini kita sama berjumpa dengan api Allah, sama-sama menyambar dan memakan habis. Bedanya,yang pertama [dalam Imamat 9:24] adalah api Allah menyambar menghabiskan kurban-kurban yang disampaikan oleh para imam, menandakan perkenanan Allah. Peristiwa itu membuat umat bersorak-sorai. Dalam peristiwa ini api Allah menyambar habis juga Nadab dan Abihu, tanda hukuman Allah. Akibatnya, semua orang terutama Harun terdiam (ayat 3b).” Sungguh kontras yang menarik!

Dari Pribadi yang satu, datang api yang membawa sukacita! Sebuah api perkenanan. Namun dari Pribadi yang sama pula, datang api yang membungkam! Api penghukuman! Memang di hadapan keadilan Allah, tiada yang dapat membantah!

Api perkenanan dan api penghukuman menjadi satu di dalam kurban Yesus Kristus. Lewat kematianNya di atas kayu salib dan kebangkitanNya, kedua api tersebut nyata terekspresikan! Kedua api itu juga mengisyaratkan keseriusanNya! KeseriusanNya dalam mencurahkan anugerah, tetapi juga dalam mengekspresikan kekudusan. Dua sifat yang dituntutNya tercermin dalam hidup umatNya.

Source link