Dan hal itu jauh lebih nyata lagi, jikalau ditetapkan seorang imam lain menurut cara Melkisedek, yang menjadi imam bukan berdasarkan peraturan-peraturan manusia, tetapi berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa” (Ibrani 7:15-16 – TB).

Bob Utley menjelaskan tentang ayat 16 demikian, “Otoritas imamat Yesus tidak terletak pada suku/keluarga asal keturunanNya, namun dari kepemilikanNya akan kehidupan yang kekal dan tak terbinasakan (yaitu, orang tua Melkisedek tidak disebut dalam Kej 14 dan kata ‘selamanya’ digunakan dalam Mzm 104:4). Yesus memiliki kehidupan keAllahan yang tak akan berakhir (sebagaimana juga sumpah dan janji Allah).” Jadi, Yesus ditetapkan sebagai imam bukan menurut peraturan-peraturan manusia, tetapi ditetapkan menurut cara Allah, yaitu berdasarkan hidup yang tidak dapat binasa. Maksudnya, Yesus disebut imam karena seperti Melkisedek, Yesus dikatakan memiliki hidup yang kekal atau tidak dapat binasa.

Jika demikian, tepatkah tafsiran Luther yang menyatakan bahwa tokoh Melkisedek ini adalah Sem, anak Nuh?! Ataukah sebetulnya Melkisedek ini adalah sesosok teofani di Perjanjian Lama? Jika tidak demikian, bagaimana kita menafsirkan frasa ‘hidup yang tidak dapat binasa’ ketika frasa itu dipakai untuk menunjuk kepada tokoh Melkisedek ini?

Nampaknya demikian natur Firman Allah. Sebagaimana dinyatakan dalam Ulangan 29:29 (TB), “Hal-hal yang tersembunyi ialah bagi TUHAN, Allah kita, tetapi hal-hal yang dinyatakan ialah bagi kita dan bagi anak-anak kita sampai selama-lamanya, supaya kita melakukan segala perkataan hukum Taurat ini.” Allah hanya mewahyukan kebenaranNya sebatas yang manusia perlukan untuk keselamatanNya, bukan untuk memuaskah hasrat manusia untuk menginginkan segala sesuatu.

Memang, Yohanes 8:32 menyatakan, “kebenaran itu akan memerdekakan kamu,” tetapi ternyata kebenaran ini bukanlah sekadar kumpulan informasi (doktrin-doktrin) di otak saja, melainkan karya Roh Kudus untuk kehidupan seutuhnya di dalam Kristus (Roma 8:2). Kebenaran disini menyangkut pekerjaan Roh Kudus untuk kehidupan seutuhnya, bukan hanya untuk konsumsi otak saja. Berdasarkan Matius 7:24-27, kebenaran yang memerdekakan adalah kebenaran yang teraplikasi dalam hidup; hidup dari orang-orang yang ada di dalam Kristus yang telah mati dan bangkit itu.

Yesuslah imam lain itu. Imam yang mengatasi keimamatan Lewi. Imam yang bahkan -harusnya- dilayani oleh para imam Lewi. Imam yang tanpa cacat dan dosa. Imam yang sempurna. Yesus Kristus adalah imam dengan suatu hidup yang tidak dapat binasa.

Source link