Pasti sudah tidak asing lagi dengan Ki Hadjar Dewantara bukan? Yup, tokoh pahlawan ini dikenal sebagai Bapak Pendidikan Indonesia karena perjuangannya untuk bidang pendidikan di Indonesia sejak jaman penjajahan. Pada kesempatan kali ini kami akan mengajak untuk tahu mengenai 5 fakta menarik Ki Hadjar Dewantara di dunia pendidikan Indonesia. Simak lengkapnya di bawah ini!

  1. Masa Pendidikan Ki Hadjar Dewantara

Karena merupakan kaum bangsawan, Ki Hadjar Dewantara atau yang memiliki nama asli Suwardi Suryaningrat ini berhak mengenyam pendidikan di sekolah dasar Belanda atau Europeesche Lagere School (ELS). Setamatnya dari ELS di tahun 1904, kemudian beliau ditawari untuk melanjutkan pendidikannya sebagai mahasiswa di STOVIA (School tot Opleiding Van Indische Artsen) atau sekolah dokter Jawa di Jakarta. Suwardi Suryaningrat menerima itu dan sempat merasakan bangku pendidikan STOVIA sekitar tahun 1905 hingga 1910. Namun karena sakit, akhirnya beliau tidak naik kelas dan beasiswanya pun dicabut. Namun dibalik pencabutan beasiswanya, banyak yang menyangka karena pemerintah Hindia-Belanda tidak menyukai sikap Suwardi yang membangkitkan semangat nasional untuk memberontak Belanda.

  1. Kritikan Pedas Dari Seorang Jurnalis

Perjalanannya tidak berhenti sampai disana, ketika dinyatakan tidak bisa melanjutkan pendidikan kedokteran di STOVIA. Suwardi akhirnya banting setir menjadi jurnalis dan bergabung dengan berbagai macam organisasi pegerakan nasional seperti Sarekat Islam, Budi Utomo, dan Indische Partij. Di organisasi Indische Partij, bersama 2 rekan seperjuangannya yaitu Douwes Dekker dan dr. Cipto Mangunkusumo, mereka bertiga dijuluki sebagai Tiga Serangkai.

Sebagai seorang Jurnalis, Suwardi melontarkan banyak kritikan pedas ke pemerintahan Hindia Belanda. Secara terang-terangan, beliau menentang perayaan 100 tahun kemerdekaan Belanda di Indonesia. Beliau menyalurkan semua kritikan terhadap pemerintahan Belanda melalui risalah yang berjudul Ais ik eens Nederlander was atau yang memiliki arti Andai aku seorang Belanda di Juli 1913 dan dicetak sebanyak 5.000 eksemplar. Tindakannya itu membuat pemerintah naik pitam.

  1. Pengasingan Ki Hadjar Dewantara Ke Belanda

Setelah kritikan pedas yang dilontarkan, Ki Hadjar Dewantara bersama 2 rekan lainnya diasingkan ke Belanda. Perjuangannya tidak berhenti, Tiga serangkai berhasil membuat himpunan mahasiswa Indonesia di negeri Belanda untuk mengobarkan semangat kebangsaaan dan cita-cita untuk meredeka. Justru di masa pengasingan ini, Ki Hadjar Dewantara banyak belajar mengenai sistem pendidikan dan pengajaran.

  1. Pendirian Taman Siswa

5 fakta menarik Ki Hadjar Dewantara yang keempat adalah sekembalinya ke Indonesia, Suwardi Suryaningrat diingatkan oleh sang istrinya mengenai gagasan yang pernah disampaikan ke K.H. Ahmad Dahlan mengenai harus adanya perguruan nasional yang mendidik kader-kader untuk memperjuangkan Indonesia dan melawan penjajah. Pada akhirnya di tanggal 3 Juli 1922, beliau bersama rekan-rekannya mendirikan Nationaal Onderwijs Instituut Taman Siswa di Yogyakarta. Taman siswa membuka sekolah untuk berbagai jenjang pendidikan mulai dari taman kanak-kanak hingga pendidikan menengah atas. Ini merupakan salah satu cikal bakal bangkitnya pendidikan di Indonesia.

  1. Asal-Usul Nama Ki Hadjar Dewantara

Kemudian pada tanggal 3 Februari 1928, beliau mengganti namanya yang awalnya Suwardi Suryaningrat menjadi Ki Hajar Dewantara. Menurut pendapat Ki Utomo Darmadi, Hadjar sendiri memiliki arti sebagai pendidikan. Sedangkan Dewan memiliki arti utusan, dan Tara artinya tak tertandingi. Nama Ki Hadjar Dewantara memiliki arti Bapak Pendidik Utusan Rakyat yang Tak Tertandingi dalam menghadapi kolonialisme Belanda.

Itulah beberapa 5 fakta menarik Ki Hadjar Dewantara yang harus diketahui. Semoga perjuangan dari Ki Hadjar Dewantara dalam dunia pendidikan selalu tertanam dengan baik sehingga semangat untuk mengenyam pendidikan selalu ada.